Keajaiban Bersedekah Kepada Anak Yatim
Bersedekah kepada anak yatim adalah salah satu ibadah yang dianjurkan di dalam islam. Berikut ini ‘Keajaiban’ bersedekah kepada anak yatim dilansir dari berbagai sumber:
- Di doakan Malaikat
Pertama-tama yang harus diingat, orang yang senantiasa bersedekah akan di doakan oleh malaikat. Malaikat akan mendoakan orang yang senang bersedekah untuk mendapatkan ganti dan memperoleh keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan doa malaikat adalah salah satu doa yang mustajab.
Hal ini telah dijelaskan dalam salah satu hadits:
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010)
Menurut salah satu ulama, sedekah yang dimaksud adalah sedekah wajib kepada keluarga atau yang dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi. Maka menafkahi anak yatim yang masih merupakan karib kerabat juga termasuk dalam hal ini.
2. Hartanya akan diganti oleh Allah SWT
Orang yang menafkahkan hartanya dalam ketaatan, akan diganti oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini berarti juga termasuk orang-orang yang menafkahkan hartanya untuk anak-anak yatim.
“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba’: 39).
3. Ditempatkan di dekat Rasulullah SAW
Orang yang menanggung anak yatim (dalam hal ini berarti ia juga menyedekahkannya) maka akan memiliki kedudukan yang dekat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti halnya jari telunjuk dan jari tengah di surga nanti.
Anak yatim yang dimaksud adalah seseorang yang kehilangan ayahnya sebelum mencapai usia dewasa. Menanggung anak yatim berarti mengurusi segala keperluan hidupnya, mengasuhnya, mendidiknya, menyantuninya baik dari harta sendiri maupun harta anak yatim tersebut jika dia mendapatkan kepercayaan untuk mengelolanya. Hadits ini meliputi orang-orang yang menyantuni anak yatim yang memiliki hubungan keluarga maupun yang tidak ada hubungan keluarga sama sekali. Hal itu dijelaskan dalam hadits di bawah ini:
Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR al-Bukhari (no. 4998 dan 5659, Shahih)
4. Tidak termasuk golongan yang ingkar atas hari pembalasan
Orang-orang yang bersedekah kepada anak yatim tidak termasuk orang yang mendustakan atau mengingkari adanya hari pembalasan. Dalam surat Al-Mauun, disebutkan bahwa salah satu orang yang mendutakan hari pembalasan adalah mereka yang menghardik anak yatim.
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al Maa’uun: 1-7).
Komentar
Posting Komentar